Selasa, 06 September 2016

Lighting

Pengertian Lighting

Lighting adalah penataan pencahayaan. Dalam hal ini adalah untuk menerangi suatu obyek agar bisa mendukung sebuah pementasan . Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan program tidak akan terlihat.& Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya.

Fungsi Lighting

1. Menerangi area panggung, supaya objek yang terdapat di panggung terrlihat lebih jelas 
2. Mewarnai objek atau area panggung ( washing/painting )
3. Panorama atau memberikan kesan dramatik
4. Sebagai tanda penggantian scence ( adegan ) di panggung
5. Sebagai triger atau tanda sebagai konser dimulai
6. Mengalihkan perhatian penonton.

Jenis - Jenis Lighting Yang Paling Sering Dipakai 

  1. PAR64 :Mengapa disebut PAR64, anda dapat membacanya di bagian lain topik ini. PAR64 adalah lampu sorot yang biasanya berkekuatan 1000watt (ada juga yang 500 watt). Entah itu kebiasaan yang umum atau bagaimana, PAR64 biasanya sudah dipaket menjadi BAR. 1 BAR terdiri dari 6 unit PAR64, dimana ada pipa besinya (almunium), dan 2 lampu akan hidup secara silih berganti bilamana dihidupkan. (semoga anda dapat membayangkan). Dan PAR64 di BAR ini terdiri dari 3 warna sesuai kebutuhan. Anda pun juga dapat memilih warna warna yang anda inginkan. Dan bila 1 BAR terdiri dari 6 lampu PAR64 berarti kebutuhan listrik menjadi 6000 watt. Ingat, semakin banyak lampu yang anda sewa maka semakin banyak kebutuhan listrik yang anda butuhkan.
  2. Effect Light :Ini dapat diartikan sebagai lampu ada mesinnya. Bilamana anda pernah melihat tayangan konser di televisi atau konser musik di kota anda. Maka anda melihat sorot lampu (entah dari bawah/atau atas) yang dapat berputar kemana mana dan dapat berganti ganti warna. Dan dapat berganti gobo (bentuk sinar sorot tersebut). Total watt dari lampu ini sangat bervariasi sesuai dengan merk dari lampu ini. Namun disini saya akan menyebutkan watt dari inti lampu sendiri dimana tersedia dalam ukuran 575 watt dan 1200watt dan masih ada yang lebih besar lagi. Ada 2 bentuk dasar dari lampu ini. Moving Head dan Scanner. Moving head dimana kepala mesin itu sendiri yang mengeluarkan sorot lampu dapat bergoyang naik turun (tilt) dan kiri kana (pan). Dan Scanner, dimana hanya kaca sebagai pemantul dari sorot lampu dapat pan dan tilt
  3. Follow Spot :Lampu sorot khusus yang biasanya manual dan diletakkan jauh dari panggung. Biasanya digunakan untuk keperluan menyorot dan mengikuti langkah seseorang.Biasanya dalam wedding digunakan untuk menyorot saat pengantin masuk ke ruangan dari pintu masuk. Kekuatan dari Follow Spot biasanya 1200 watt atau lebih. Dan diletakkan letakkan lebih tinggi dari lantai.
  4. Fresnell :Lampu dasar yang mengeluarkan sorot putih bersih, bentuknya bermacam macam ada yang kotak dan ada yang bulat sisi depannya. Kekuatan dari lampu ini mulai dari 1000watt. Namun kebanyakan tersedia dalam ukuran 2000watt. Lampu ini sangat dibutuhkan untuk setiap acara. Dikarenakan kebutuhan kamera video dan kamera foto menjadi lampu yang sangat mendasar. Meskipun kasat mata, anda tidak dapat membedakan sorot PAR64, FollowSpot, dan Fresnell, tapi kamera tak dapat tertipu.
  5. Smoke Machine : Spesial efek ini berguna untuk membuat asap, yang dimana keluar untuk menimbulkan kesan kesan tertentu. Asap putih ini hampir tidak berbau (Namun ada kalanya dibuat bau harum). Penggunaan smoke juga untuk menampilkan kesan kuat dari sorot Effect Light dan Par64 daya listrik dari smoke mechine sekitaran 1000watt. .
  6. Hazer : Spesial efek ini hampir mirip dengan Smoke machine, namun asap yang keluar lebih halus dan tidak ketara. Hazer pada umumnya dipergunakan untuk acara-acara didalam ruangan. Kesan berkabut yang berlebihan membuat para juru photo sering protes kepada lightingman. Namun hazer ini sangat diperlukan untuk membuat kesan event anda dapat dibuat dengan sedemikian rupa. Karena Hazer juga berperilaku menjadi pendukung dalam penciptaan suasana, ditambahkan warna warna yang dikeluarkan ole PAR dan effect light. Kebutuhan daya listriknya kurang dari 1000watt .
  7. Bubble : Untuk keperluan pesta anda, penambahan spesial effect ini juga sangat penting dimana bubble ini mengeluarkan balon udara kecil2 yang sangat banyak, yang dihasilkan dari cairan yang dihembuhan oleh angin yang diciptakan oleh mesin dengan sedemikian rupa.Biasanya bubble ini terlihat saat moment potong kue Ultah atau Potong kue perkawinan.
  8. Conffeti : Ada berbagai macam conffeti. Namun yang mendasar dari Conffeti adalah sebuah stick pipa panjangnya mulai dari 25cm sampai 1,25an meter. Dimana akan keluar kertas tabur kecil, bilamana diletuskan. Jangan kuatir, karena letusan tersebut diciptakan lewat udara yang dimampatkan. Banyak skali model dari confetti ini.
  9. Firework : Kembang api sangat banyak modelnya, ada seperti air mancur (ditempat saya disebut pyro) dimana per bijinya di jual dengan harga sekitar Rp.200rban. Watter fall dimana percikan air mancur bukan dari bawah melainkan dari atas ke bawah, biasanya dijual per 5 meter terdiri dari 20bj (kalo ndak salah).
  10. Snow Machine : Mesin yang dapat mengeluarkan busa busa putih, seperti layaknya salju.
  11. Dry Ice : Seperti halnya smoke machine, dry ice mengeluarkan asap putih dingin tapi asapnya terbang merendah dimana menimbulkan kesan seperti diawan.(sumber: Ganditama)

Pengertian Animasi 2D dan Animasi 3D

1. Pengertian Animasi
   

    Animasi adalah urutan frame yang ketika diputar dalam rangka dengan kecepatan  yang cukup, dapat  menyajikan gambar bergerak lancar seperti sebuah film atau video.
Animasi dapat juga diartikan dengan menghidupkan gambar, sehingga anda perlu mengetahui dengan pasti setiap detail karakter anda, mulai dari tampak (depan, belakang, ¾ dan samping) detail muka si karakter dalam berbagai ekspresi (normal, diam, marah, senyum, ketawa, kesal, dan lainnya.) lalu pose/ gaya khas karakter bila sedang melakukan kegiatan tertentu yang menjadi ciri khas si karakter tersebut.

2. Pengertian Animasi 2D 
   
    Animasi 2D adalah penciptaan gambar bergerak dalam lingkungan dua dimensi. Hal ini dilakukan dengan urutan gambar berturut-turut, atau “frame”, yang mensimulasikan gerak oleh setiap gambar menunjukkan berikutnya dalam perkembangan bertahap langkah-langkah.
2 tipe dari 2D animation :


  • Cel Anmasi : Animasi Cel, berasal dari kata “celluloid”, yaitu bahan dasar dalam pembuatan animasi jenis ini ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Animasi cel merupakan lembaran-lembaran yang membentuk animasi tunggal, masing-masing cel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. misalnya ada tiga buah animasi cel, cel pertama berisi satu animasi karakter, cel kedua berisi animasi karakter lain, dan cel terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi cel ini akan disusun berjajar, sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu kesatuan. Contoh animasi jenis ini adalah film kartun seperti Tom and Jerry, Mickey Mouse dan Detectif Conan. 
  • Path Animasi : Animasi Path adalah animasi dari objek yang gerakannya mengikuti garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel. Biasanya dalam animasi path diberi perulangan animasi, sehingga animasi terus berulang hingga mencapai kondisi tertentu. Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi path, teknik ini menggunakan layer tersendiri yang didefinisikan sebagai lintasan gerakan objek.

3. Pengertian Animasi 3D


     Animasi 3D adalah objek animasi yang berada pada ruang 3D. Objek animasi ini dapat dirotasi dan berpindah seperti objek riil.
Proses pembuatan grafis komputer 3D dapat dibagi secara sekuens menjadi 3 fase dasar:
  • Modeling : Proses menyusun bentuk sebuah objek dengan membuat kontur yang luas dan struktur dari objek 3D dan adegan.
  • Animation : Mendefinisikan perpindahan objek.
  • Rendering : Proses mengeneralisasi sebuah gambar dari sebuah model dengan memberikan atribut objek seperti warna, tekstur permukaan dan kadar transparansi dengan menggunakan program komputer.




Ada beberapa teknik untuk membuat animasi :
  • Traditional Animation: Proses yang digunakan untuk sebagian besar film animasi pada abad ke-20. Setiap frame dari film animasi tradisional adalah foto dari gambar, yang terlebih dahulu digambar di kertas. Untuk membuat ilusi gerakan, masing-masing gambar dibuat sedikit berbeda dengan gambar yang sebelumnya.
  • Full Animation: Merujuk pada proses produksi film animasi tradisional berkualitas tinggi, dimana secara teratur menggunakan gambar yang detail dan gerakan yang masuk akal. Film animasi penuh dapat dibuat dengan berbagai cara, dari animasi yang realistis hingga yang lebih mengarah ke kartun.
  • Limited Animation: Menggunakan detail yang kurang rinci dan/atau gambar yang lebih stylist dan metode perpindahan. Penggunaannya telah menghasilkan animasi berbiaya efektif untuk media seperti televise dan kemudian internet.
  • Rotoscoping: Merupakan teknik dimana animator melacak gerakan live-action, frame demi frame. Sumber film dapat secara langsung digandakan dari aktor ke gambar animasi.
  • Live-action/animation: Teknik yang mengkombinasikan karakter yang digambar tangan menjadi gambar live-action.

      Rendering
      Beberapa teknik berhubungan langsung dengan algoritma, ketika digunakan bersama-sama.
  • Shading : Bagaimana warna dan tingkat kecerahan permukaan dipengaruhi oleh pencahayaan.
  • Texture-mapping : Metode untuk mengaplikasikan detail pada permukaan.
  • Bump-mapping : Metode simulasi bump skala kecil pada permukaan.
  • Fogging/participating medium : Bagaimana cahaya meredup ketika melewati atmosfir yang tidak bersih atau udara.
  • Shadows : Pengaruh menghalangi cahaya.
  • Soft Shadows : Variasi tingkat gelap yang disebabkan oleh terhalanginya sumber cahaya.
  • Reflection : Seperti cermin atau mengkilap.
  • Transluency : Transmisi cahaya melalui objek solid yang sangat menyebar.
  • Refraction : Pembengkokan cahaya yang terkait dengan transparansi.
  • Diffraction : Pembengkokan, penyebaran dan interferensi cahaya yang melewati suatu objek.
  • Indirect illumination : Permukaan diterangi cahaya yang dipantulkan oleh permukaan lain, bukan langsung daru sumber cahaya.
  • Caustics : Bentuk pencahayaan tidak langsung, pantulan cahaya dari sebuah objek mengkilat atau memfokuskan cahaya melalui objek transparan untuk menghasilkan cahaya ke objek lain.
  • Depth of field : Objek tampil buram atau tidak focus ketika terlalu jauh di depan atau di belakang objek dalam focus.
  • Motion blur : Objek yang tampil buram karena gerak kecepatan tinggi atau gerakan kamera.
  • Non-photorealistic rendering : Rendering gambar dengan gaya artistic, agar terlihat seperti lukisan atau gambar.